Memahami Tentang Jenis – Jenis Sambungan Pengelasan

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang jenis – jenis sambungan pada pengelasan. Pengelasan adalah teknik vital yang telah melayani manusia selama bertahun-tahun dalam menggabungkan material logam. Sambungan pengelasan adalah inti dari proses ini dan berperan penting dalam keberhasilan konstruksi, manufaktur, dan industri. Artikel ini akan membahas pentingnya sambungan pengelasan dalam berbagai aspek kehidupan dan apa yang membuatnya begitu penting.

Apa yang dimaksud dengan Pengelasan?

Pengelasan adalah suatu proses fabrikasi dimana dua bagian atau lebih disatukan melalui panas, tekanan atau keduanya membentuk sambungan saat bagian-bagian tersebut mendingin. Pengelasan biasanya digunakan pada logam dan termoplastik tetapi bisa juga digunakan pada kayu. Sambungan las yang telah selesai dapat disebut sebagai las.

Apa saja Jenis – Jenis Sambungan Las?

Pada dasarnya sambungan las terdapat 5 jenis apa saja dan bagaimana sambungan lasnya. Berikut ini adalah jenis – jenis sambungan las yang pasti digunakan dalam pengelasan:

1. Butt Joint

Jenis sambungan ini menggabungkan dua benda kerja pada bidang yang sama dengan ujung-ujungnya bertemu atau dengan meletakkan kedua benda atau objek yang akan dilas dengan sejajar dan berdampingan. Welder sering menggunakan sambungan butt joint untuk menyambung pelat, pipa, atau aplikasi lain yang membutuhkan permukaan las yang halus dan rata. Sambungan butt join ini adalah sambungan yang paling sederhana yang digunakan untuk menyatukan objek las. Butt joint ini biasa digunkan pada material yang mempunyai ketebalan 3/16 in. Sambungan butt memiliki kekuatan mekanik yang baik jika dipasang dan dilas dengan benar. Dalam sambungan las terdapat kampuh. Kampuh las adalah persiapan awal untuk membuat sambungan butt joint/sambungan tumpul. Ada berbagai macam bentuk kampuh las yang tentunya disesuaikan dengan standar dan persyaratan kekuatan suatu sambungan sudut. Berikut ini adalah bentuk-bentuk kampuh las:

2. Corner Joint

Ketika potongan – potongan logam disambung dengan sambungan sudut 90 derajat dan membentuk huruf L maka akan membentuk sambungan corner. Sambungan ini mirip dengan sambungan Tee joint bedanya adalah sambungan ini dibentuk pada ujung objek lainnya. Dua jenis sambungan sudut adalah sudut terbuka dan sudut tertutup. Ketika tepi satu bagian terletak rata dengan tepi bagian lainnya, itu adalah sambungan sudut tertutup. Sambungan sudut terbuka adalah ketika dua sisi bertemu di sudutnya dan ada celah di mana kita dapat melihat ketebalan masing-masing logam. Tips utama untuk sambungan sudut:

  • Tingkatkan kecepatan gerak pada material yang lebih tipis dengan sambungan sudut terbuka untuk mencegah pembakaran.
  • Pastikan pemasangan yang tepat untuk memenuhi dimensi sudut yang diperlukan dan mencegah distorsi.

3. Edge Joint

Edge joint diaplikasikan dengan cara menggabungkan 2 buah objek / benda las yang dibentuk secara paralel. Kedua bagian tersebut juga dapat dibuat sejajar atau memiliki flensing edge. Tips utama untuk sambungan tepi:

  • Gunakan sambungan ini pada aplikasi yang tidak akan terkena benturan atau tekanan.
  • Gunakan groove edge preparation untuk memungkinkan penetrasi yang memadai atau meningkatkan kekakuan sambungan las secara keseluruhan.

4. Lap Joint

Sambungan ini terbentuk ketika permukaan kedua bagian saling tumpang tindih. Lasan ditempatkan pada sambungan di mana keduanya bersinggungan. Dengan lap joint, penting untuk memastikan tidak ada celah di antara kedua benda kerja agar sambungannya serata mungkin.

Ketika memilih antara sambungan butt joint atau lap joint, pertimbangkan bahwa sambungan butt joint akan menghasilkan kontur yang lebih rata, sehingga benda kerja berada pada bidang yang sama. Lap joint dapat memberikan kekuatan yang lebih besar pada area dengan tekanan yang lebih tinggi, namun sambungannya lebih terlihat dan tidak menghasilkan kontur yang rata. Tips utama untuk sambungan pangkuan:

  • Las kedua sisi benda kerja yang tumpang tindih untuk menambah kekakuan.
  • Sebelum mengelas, pastikan kedua bagian tersebut rata.

5. Tee Joint

Sesuai dengan namanya T joint adalah jenis sambungan yang menyerupai huruf  T. Sambungan ini banyak sekali diaplikasikan untuk aplikasi fabrikasi termasuk, aolikasi baja structural, pipa, konstruksi atap, konveyor dan beberapa jenis konstruksi lainnya. Tee joint dibuat dengan memotong 2 bagian pada sudut 90 derajat dengan satu bagian yang terletak di tengah bagian material lainnya secara tegak lurus dan membentuk huruf T. Saat mengelas sambungan Tee, penting untuk menempatkan lasan pada sisi sambungan yang sama yang akan terkena tegangan apa pun. Benturan atau beban dari sisi sambungan yang berlawanan dapat menyebabkan kegagalan las. Untuk menghindari hal ini, Anda dapat mengelas kedua sisi untuk mencapai kekuatan maksimum atau ketika tekanan akan diterapkan dari kedua arah. Tip utama untuk sambungan-T:

  • Las sambungan dari kedua sisi untuk meningkatkan kekuatan.
  • Tempatkan lasan pada sisi sambungan yang sama yang terkena tekanan.
  • Gunakan sudut kerja 45 derajat untuk memastikan penetrasi yang tepat pada kedua benda kerja.

https://www.twi-global.com/technical-knowledge/faqs/what-is-welding
https://www.millerwelds.com/resources/article-library/a-guide-to-the-5-basic-types-of-weld- joints-and-tips-for-improving-results
https://megaperkakas.com/5-jenis-sambungan-las/
https://www.expertlas.com/sambungan-pengelasan/

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *