Teknik Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat Bekerja di Ketinggian

Bekerja di ketinggian adalah aktivitas yang melibatkan risiko tinggi dan memerlukan penerapan teknik dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tepat. Keselamatan di tempat kerja terutama di ketinggian, harus menjadi prioritas utama bagi setiap pekerja dan pengelola proyek. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang bagaimana keselamatan ketika bekerja di ketinggian. Bagaimana Penjelasannya? Simak terus artikel dibawah ini yaaa!!!.

Apa Yang Dimaksud Dengan Bekerja Pada Ketinggian?

Jika menurut Permenker no 9 tahun 2016 bekerja pada ketinggian adalah suatu kegiatan atau aktifitas pekerjaan yang dilakukan oleh Tenaga Kerja pada Tempat Kerja di permukaan tanah atau perairan, yang terdapat perbedaan ketinggian, dan memiliki potensi jatuh yang menyebabkan Tenaga Kerja atau orang lain yang berada di Tempat Kerja caedera atau meninggal dunia atau menyebabkan kerusakan harta benda.

Permenaker No 09/2016 mewajibkan pengusaha dan pengurus untuk menerapkan K3 di tempat kerja di ketinggian. Dengan memastikan beberapa hal berikut, implementasi K3 di dapat dilakukan:

  1. Perencanaan (Dilakukan dengan tepat dengan cara yang aman serta diawasi)
  2. Prosedur Kerja (Untuk melakukan pekerjaan pada ketinggian)
  3. Teknik (tata cara) Bekerja (yang) aman
  4. APD Perangkat Pelindung Jatuh dan Angkur
  5. Tenaga Kerja (kompeten dan adanya Bagian K3)

Mengapa Begitu Penting Menjaga Keselamatan Kerja?

Beberapa alasan penting untuk memberikan perhatian khusus pada keselamatan saat bekerja di tempat ketinggian adalah Aktivitas di ketinggian membawa risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan di permukaan tanah. Berikut ini adalah alasan mengapa perlu menjaga K3 di ketinggian:

a. Potensi Bahaya yang Tinggi

Pekerja yang jatuh dari ketinggian dapat mengalami cedera tulang, patah tulang, atau bahkan kehilangan nyawa akibat kecelakaan di tempat ketinggian. Oleh karena itu, lebih banyak perhatian keselamatan diperlukan untuk mencegah hal-hal seperti ini terjadi.

b. Cedera yang dapat mengakibatkan disabilitas atau kematian

Risiko jatuh adalah yang paling signifikan saat bekerja di ketinggian. Kesalahan kecil dapat fatal. Akibatnya, peralatan keselamatan seperti tali pengaman, pengaman jatuh, dan lainnya harus digunakan dengan benar.

Apa Saja Yang Dimaksud Dengan Daerah Berbahaya?

Menurut Permenaker No 9 tahun 2019 daerah berbahaya di bagi menjadi 3, yaitu:

a. Wilayah bahaya

Merupakan daerah pergerakan Tenaga Kerja dan barang untuk bergerak vertikal, bergerak horizontal dan titik penambatan

b. Wilayah waspada

Merupakan daerah antara wilayah bahaya dan wilayah arnan yang luasnya diperhitungkan sedemikian rupa agar benda yang terjatuh tidak masuk ke wilayah aman dan

c. Wilayah aman

Merupakan daerah yang terhindar dari kemungkinan kejatuhan benda dan tidak mengganggu aktivitas Tenaga Kerja

Setiap wilayah kerja harus diberi tanda yang mudah terlihat dan dipaharni oleh setiap orang yang melintas atau berada di sekitar lokasi kerja.

Apa Saja Potensi Bahaya Bekerja Pada Ketinggian?

Salah satu potensi bahaya yang paling kita umum ketika bekerja di ketinggian adalah terjatuh dari tempat yang tinggi, tetapi medan kerja yang sering berubah dan juga kondisi tempat kerja yang tidak menentu menjadi kan salah satu factor potensi bahaya ketika bekerja di ketinggian. Berikut ini adalah beberapa contoh identifikasi bahaya ketika Garuda Crew bekerja pada ketinggian:

Potensi bahaya dan resiko

  • Ketika menaiki tangga beresiko terpeleset dan terjatuh dari ketinggian
  • Alat yang dipeang bisa jatuh ke bawah dan mengenai orang yang berada di bawah

1. Terjatuh dari tempat yang tinggi

Dimana karyawan dapat terjatuh dan mengalami cedera parah atau bahkan meninggal dunia.

2. Benda jatuh dari Ketinggian

Benda yang di bawa untuk membantu pekerjaan atau bahkan benda lainnya bisa saja terjatuh jika peletakkannya tidak sesuai dengan tempatnya dan benda yang jatuh kebawah ini dapat mengenia pekerja lain yang berada di bawah

3. Lemahnya Supporting struktur

Lemahnya supporting struktur pengaman pada ketinggian merupakan situasi yang sangat riskan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan serius atau bahkan fatal. Pada konteks bekerja di ketinggian, supporting structure pengaman melibatkan berbagai peralatan dan infrastruktur yang dirancang untuk melindungi pekerja dari risiko jatuh.

4. Cuaca buruk

Misalnya, angin kencang atau hujan dapat mengganggu keseimbangan pekerja, menyebabkan terjatuh.

5. Racun karbon monoksida

Kondisi ini dapat terjadi ketika pekerjaan dilakukan di tempat yang tertutup dan dengan ventilasi yang buruk maka pekerja dapat keracunan karbon monoksida atau bahkan bisa kekurangan oksigen.

6. Kekurangan cairan (Dehidrasi)

Sangat banyak tenaga yang diperlukan untuk pekerjaan ini, yang dapat menyebabkan kelelahan dan dehidrasi.

7. Cedera kulit dan mata

Akibat paparan sinar matahari yang berlebihan Selain itu, radiasi ultraviolet dapat menyebabkan terbakar dan kerusakan pada mata dan kulit.

Apa Saja Perangkat Pencegah Jatuh?

Ada dua macam jenis perangkat pencegah jatuh, berikut ini adalah penjelasannya:

1. Perangkat pencegah jatuh kolektif

Suatu rangkaian peralatan untuk mencegah tenaga kerja secara kolektif memasuki wilayah yang berpotensi jatuh agar terhindar dari kecelakaan dan kerugian secara finansial. Berikut ini adalah contoh dari perangkat perlindungan jatuh kolektif:

a. Landing system (bean Bags)/system pendaratan empuk (bantal empuk)

Salah satu metode yang digunakan dalam pekerjaan ketinggian untuk meningkatkan keselamatan pekerja. Metode ini dapat digunakan sebagai sistem pendaratan darurat atau ketika pekerja memerlukan area pendaratan yang lunak setelah menyelesaikan tugas di ketinggian.

b. Safety net (jaring pengaman)

Suatu sistem perlindungan yang dirancang untuk mengurangi risiko cedera atau jatuh saat melakukan pekerjaan di ketinggian. Safety net biasanya terbuat dari bahan yang kuat dan elastis, dan ditempatkan di bawah area kerja yang tinggi. Tujuannya adalah untuk menangkap pekerja atau barang yang mungkin jatuh, memberikan perlindungan kepada mereka dan mencegah cedera serius atau fatal.

2. Perangkat pencegah jatuh perorangan

Rangkaian peralatan yang digunakan untuk mencegah tenaga kerja secara perorangan memasuki wilayah yang berpotensi jatuh agar terhindar dari kecelakaan dan kerugian finansial. Berikut ini adalah perangkat pencegah jatuh perorangan:

a. Anchorage/angkur

Angkur yang digunakan untuk bekerja pada ketinggian adalah tempat menambatkan Perangkat Pelindung Jatuh yang terdiri atas satu titik tambat atau lebih di struktur bangunan, atau sengaja dibuat dengan rekayasa teknik pada waktu atau pasca pembangunan.

b. Body wear

peralatan keselamatan yang dikenakan di tubuh, terutama harness atau sabuk tubuh, yang dirancang khusus untuk mencegah jatuh atau untuk mengurangi dampak jatuh saat bekerja di ketinggian. Peralatan ini biasanya digunakan dalam kombinasi dengan perangkat pengaman jatuh lainnya seperti tali pengaman dan lanyard.

c. Sabuk pinggang (Waist belt)

Sabuk Pinggang (Waist belt)adalah sabuk yang pendistribusian daya tarikannya bertumpu hanya pada 1 (satu) titik (pinggang). Alat ini berfungsi untuk pencegahan agar tenaga kerja tidak masuk ke area berpotensi untuk jatuh atau kekang (Restraint system).

d. Sabuk duduk (seat harness)

Seat hardnes adalah sabuk yang pendistribusian daya tarikannya pertumpu pada 3 (tiga) titik, yaitu; Pinggang dan kedua paha. Alat ini dapat difungsikan; Untuk pengekangan kerja (Work Restraint), Penahan Jatuh (Fall Arrest), dan juga dapat digunakan untuk beberapa pekerjaan dengan posisi menggantung (Work suspension).  

Untuk beberapa seat harness didesain dapat ditambahkan chest harness agar dapat difungsikan seperti Full Body Harness

e. Fullbody Harness

Full body Harness adalah perangkat pengaman yang dikenakan di tubuh, melibatkan sabuk yang merangkul seluruh tubuh pekerja. Harness ini dirancang untuk memberikan perlindungan keselamatan dan mencegah cedera akibat jatuh bebas ketika bekerja di ketinggian atau di area yang memiliki risiko jatuh tinggi. Berbeda dengan harness biasa yang mungkin hanya melibatkan sabuk pinggang dan tali pengaman, full body harness mencakup pengait pada bagian dada, bahu, dan paha untuk mendistribusikan beban secara merata.

f. Lanyard

Lanyard adalah tali pengait atau tali pendek yang biasanya terbuat dari bahan yang kuat dan tahan lama, seperti nilon atau serat sintetis lainnya. Fungsi utama dari lanyard adalah untuk menghubungkan perangkat pengaman atau alat lainnya ke tubuh pengguna atau ke struktur yang aman. Penggunaan lanyard seringkali terkait dengan situasi di mana ada risiko jatuh tinggi atau perlunya mempertahankan kendali terhadap perangkat tertentu.

g. Carabiner

Carabiner adalah suatu jenis alat yang digunakan untuk mengaitkan atau mengikat benda-benda, seperti tali, kabel, atau rantai. Carabiner biasanya terbuat dari logam, seperti baja atau aluminium, dan memiliki bentuk seperti huruf “D” atau “O” dengan pintu pengunci yang dapat dibuka dan ditutup. Carabiner digunakan dalam berbagai kegiatan, seperti pendakian, hiking, camping, dan olahraga ekstrem lainnya, serta dalam industri konstruksi dan perawatan gedung untuk mengamankan pekerja di ketinggian.

Apa Saja Syarat – Syarat Bekerja Pada Ketinggian?

Berikut ini adalah beberapa syarat – syarat bekerja pada ketinggian:

  • Membuat Perencanaan kerja
  • Menyusun dan melasksanakan Prosedur kerja
  • Teknik dan cara perlindungan jatuh
  • Cara pengelolaan peralatan
  • Teknik dan cara melakukan
  • Pengawasan pekerjaan
  • Pengamanan tempat kerja dan
  • Kesiapsiagaan dan tanggap darurat
  • Melakukan Teknik bekerja yang aman
  • Menggunakan APD, perangkat pelindung jatuh dan juga angkur
  • Mempekerjakaan tenaga kerja yang mempunyai lisensi dan keahlian

Kesimpulan

Keselamatan kerja di bidang ketinggian tidak boleh dianggap enteng. Dengan merancang rencana keselamatan yang komprehensif, memberikan pelatihan yang memadai, dan menciptakan budaya keselamatan yang kuat, setiap pekerja di ketinggian dapat melakukan tugasnya dengan keyakinan dan kesejahteraan yang terjaga. Mengutamakan keselamatan adalah investasi yang tidak hanya melindungi pekerja, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi produktivitas dan reputasi perusahaan.

https://www.apkpi.co.id/standard-bekerja-di-ketinggian-berdasarkan-permenaker-no-9-tahun-2016/

https://belajark3.com/materi-k3/materi/K3-BekerjaPadaKetinggian.pdf

https://www.safeopedia.com/what-anchorage-height-is-acceptable-for-fall-arrest-devices-when-working-at-height/7/8261

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *