3 tingkatan yaitu Ahli K3 Lingkungan Kerja Muda, Madya, dan Utama
3 tingkatan yaitu Ahli K3 Lingkungan Kerja Muda, Madya, dan Utama

Latar Belakang

Untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan nyaman serta mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) RI Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja.

Penerbitan Permenaker tersebut sekaligus mencabut peraturan sebelumnya, yaitu Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 7 Tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan, Kebersihan, serta Penerangan di Tempat Kerja dan Peraturan Mentri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.13 Tahun 2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Kimia di Tempat Kerja.

Peraturan Menteri tersebut memberikan Standar Baru mengenai Nilai Ambang Batas (NAB) berupa:

  • Faktor fisika
  • Faktor kimia
  • Faktor biologi
  • Faktor Ergonomi
  • Faktor psikologi

NAB (Nilai Ambang Batas) yaitu standar faktor bahaya di Tempat kerja sebagai kadar/intensitas rata-rata tertimbang waktu (time weighted average) yang dapat diterima Tenaga kerja tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan, dalam pekerjaan sehari-hari untuk waktu tidak melebihi 8 jam sehari atau 40 jam seminggu.

Dalam Peraturan ini juga diatur pula penerapan syarat-syarat K3 lingkungan kerja dilakukan melalui kegiatan pengukuran dan pengendalian lingkungan kerja dan penerapan kebersihan dan sanitasi yang meliputi bangunan tempat kerja fasilitas kebersihan, kebutuhan udara, serta laksana kerumahtanggaan.

Untuk dapat melakukan Pengukuran dan Pengendalian Lingkungan Kerja personil tersebut haruslah orang yang berkompeten dan berwenang yang terbagi berdasarkan 3 tingkatan yaitu Ahli K3 Lingkungan Kerja Muda, Madya, dan Utama, adapun persyaratan yang wajib dipenuhi sebagai berikut:

Tujuan Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Muda Lingkungan Kerja

Ahli K3 Muda Lingkungan Kerja dibutuhkan untuk Perusahaan untuk dapat :

  • melaksanakan peraturan perundang-undangan dan standar yang berkaitan dengan bidang k3 lingkungan kerja
  • melaksanakan program antisipasi, rekognisi, evaluasi, dan pengendalian bahaya lingkungan kerja
  • melaksanakan dan mengantisipasi risiko kesehatan kerja yang disebabkan oleh pajanan bahaya lingkungan kerja
  • melaksanakan program promosi kesehatan tenaga kerja
  • melaksanakan teknik pengambilan dan pengukuran sampel, meliputi faktor fisika, faktor kimia, faktor biologi, faktor Ergonomi, dan faktor psikologi.

Apa Perbedaan Ahli K3 Lingkungan Kerja dengan Ahli K3 Umum dan Ahli K3 Kebakaran?

Ahli K3 Lingkungan Kerja memiliki beberapa perbedaan dibandingkan Ahli K3 lainnya. Anda dapat melihat perbedaan dengan Ahli K3 Umum dan juga Ahli K3 Kebakaran.