Memuat halaman...
Memuat halaman...

Halo Garuda Crew, kalau pada artikel sebelumnya kita membahas Sling pada Pesawat Angkat. Sekarang kita membahas tentang Belt Conveyor yuk.
Belt Conveyor merupakan salah satu alat angkut raw material yang paling banyak digunakan di industri. Selain jarak yang bisa ditempuh cukup jauh alat ini juga mempunyai kapasitas angkut yang cukup besar. Aplikasi Belt Konveyor diantaranya adalah alat angkut pada pabrik, batu bara dan pabrik semen. Alat ini bisa mengangkut material bulk dari bongkahan yang kecil sampai ukuran sedang (misalnya batubara). Belt Conveyor adalah salah satu bagian atau bentuk dari pesawat angkut sebagai komponen dalam warehousing dan distribusi terautomasi, membuat lebih efisien dalam manufacturing dan distribution. Conveyor Belt ini termasuk kedalam jenis Pita Transport. Pita Transport sendiri dibagi kedalam 3 jenis yaitu :

| No. | Nama Bagian | Kegunaan |
| 1. | Tali Pulley | Membawa material dan meneruskan gaya putar. Kekuatan dari Belt bukan dilihat berdasarkan ketebalannya, melainkan pada jumlah lapisan penguat (ply) dan tegangan tarik per ply (Tensile Strenght). Ditinjau dari struktur lapisan penguatnya |
| 2. | Snub Pulley | Digunakan untuk memperbesar sudut lilitan kontak antara pulley dengan belt. Biasanya snub pulley terletak di dekat drive Pulley. |
| 3. | Internal Belt Cleaner | Merupakan peralatan yang digunakan untuk membersihkan sisi Belt dari material sisa yang tidak tercurahkan saat terjadi Loading dan tetap menempel pada sisi Belt. |
| 4. | Impact Idler | Merupakan Idlers yang terletak pada daerah tumpahan material ke dalam Belt, biasanya terbuat dari Rubber yang berfungsi menahan beban Impact dari material yang jatuh diatas Conveyor, sehingga dapat mengurangi kerusakan Belt. |
| 5. | Return Idler | Merupakan roller balik atau roller penunjang belt pada daerah yang tidak bermuatan yang dipasang pada bagian bawah frame. |
| 6. | Belt | Merupakan bagian yang berfungsi menerima transfer enargi gerak dari Pulley yang berputar, Belt akan mengangkut material dari satu ujung suatu kontruksi Belt Conveyor ke ujung lainnya. |
| 7. | Bend Pulley | Memiliki fungsi melengkungkan atau mengubah arah belt. Dimana Bend Pulley bekerja mengatur keseimbangan belt pada pemberat. |
| 8. | Takeup Pulley | Take up pulley_ fungsinya digunakan untuk mengencangkan_belt, sehingga dapat menjaga kekencangan belt sama antara sisi yang tidak membawa material dan sisi yang membawa material. Take up pulley juga_dapat_memberikan_tegangan-pada_belt pada_start awal |
| 9. | Takeup Unit | Merupakan unit pemberat yang digunakan sebagai penyeimbang pada kelonggaran belt saat beroperasi pada muatan dan tanpa muatan. Agar belt conveyor tetap kencang, take up unit akan turun kalau tidak ada material yang dibawa dan naik kalau ada material angkut pada belt conveyor. |
| 10. | Carriying Roller Idler | Berfungsi untuk menjaga belt pada bagian yang berbeban atau sebagai roll penunjang ban bermuatan material. Posisi dari Carrying idler berada di atas conveyor table |
| 11. | Pulley Cleaner | Berfungsi untuk membersihkan pulley dari kotoran atau sisa sisa dari material yang jatuh saat terangkut. |
| 12. | External Belt Cleaner | Berfungsi untuk mendeteksi dan memastikan bahwa conveyor akan tetap bersih. Dengan begitu conveyor akan memiliki kesempatan untuk berumur lebih lama dengan sedikit downtime akibat kerusakan. |
| 13. | Head Pulley | Berfungsi untuk penggerak awal pada sebuah sistem konveyor |
| 14. | Feed Chute | saluran masuk barang yang akan dipindahkan oleh conveyor. Barang-barang yang akan dipindahkan dimasukkan ke dalam feed chute sebelum berada di atas conveyor. |
| 15. | Skirt Board | Berfungsi sebagai sekat yang di pasangkan di kanan dan kiri belt pada tempat pemuatan, biasanya terbuat dari logam atau besi yang dapat dipasangkan secara tegak ataupun miring yang berfungsi mencegah terjadinya ceeran matan |